Agung BM Terima Kunjungan Mahasiswa AIESEC Undip Bahas Kota Lama

Agung BM Terima Kunjungan Mahasiswa AIESEC Undip Bahas Kota Lama

Semarang, semarang.pks.id – Kota Semarang memiliki potensi yang cukup besar dalam menarik wisatawan. Selain keindahan kota yang nampak, ada nilai sejarah dibalik berdirinya bangunan-bangunan tua di Kota Semarang yang bisa menjadi aset wisata untuk menambah pengetahuan. Inilah yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, saat menerima kunjungan audiensi oleh mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam komunitas Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) dalam rangka event yang tengah mereka lakukan yaitu Global Tourism Project, kemarin (24/8).

Agung juga mengatakan bahwa di tahun 2018 mendatang tempat wisata Kota Lama akan menjadi kawasan Local Heritage sehingga akan menjadi tempat wisata terpelihara di kota Semarang. “Tahun 2018 Kota Lama yang merupakan kawasan bekas bangunan Eropa terbesar di Jawa Tengah bisa menarik wisatawan untuk datang. Local Heritage yang kita usung akan mengangkat isu tentang akulturasi budaya. Kota Semarang itu memiliki ragam budaya”, papar politisi PKS ini.

Dalam sejarah juga disebutkan bahwa kota Semarang merupakan kota yang dibangun perlintasan kereta api pertama kali di Indonesia sedangkan sekarang kantor pusatnya dipindah ke Bandung. “Selain Kota Lama, dan sejarah KAI di Semarang, kota ini juga sebenarnya menjadi landscape kota hijau yang dicontoh oleh berbagai kota di Indonesia. Namun karena berbagai permasalahan seperti banjir maka kota Semarang dianggap belum mampu menjadi Kota Hijau”, tambah Agung BM menjelaskan.

Mahasiswa yang tergabung dalam AIESEC ini juga belum banyak mengetahui tentang kota Semarang yang memiliki daya tarik untuk para wisatawan lokal domestik maupun luar negeri. Sedangkan event yang akan mereka selenggarakan adalah event yang diperuntukkan bagi para mahasiswa asing yang akan berkunjung ke Indonesia khususnya kota Semarang. “Banyak yang bisa digali dari kota ini, apalagi bangunan museum yang dianggap tidak menarik dan tidak menyasar anak.muda. Sangat penting para generasi muda mengenal dan belajar dari sana tentang sejarah. Selain potensi alam yang ada budaya bisa.menjadi nilai jual wisata, jadi ajak para wisatawan tak hanya melihat keindahan alam tapi budaya warisan yang dimiliki kota Semarang juga”, saran Wakil Ketua DPRD ini.

Agung juga menambahkan bahwa DPRD selama ini support anggaran untuk pembenahan tempat wisata yang bernilai sejarah. Selain itu rencana tata kelola bangunan sudah dicanangkan sejak 2003, padahal sekarang sudah hampir 13 tahun dan bangunan mangkrak masih saja ada sehingga perlu dilakukan aktivasi bangunan kembali karena hal itu sudah di atur dalam Undang-Undang Cagar Budaya. “Renovasi bangunan cagar budaya belum tentu diijinkan, yang ada hanya perawatan bangunan sehingga bangunan tidak mangkrak dan dapat digunakan menjadi aset wisata”, pungkas Anggota Legislatif PKS ini. (rth)

Leave a Reply