Kurangi anak jajan, PKS Ajak ibu-ibu belajar masak Pizza

Kurangi anak jajan, PKS Ajak ibu-ibu belajar masak Pizza

Semarang, semarang.pks.id – DPC PKS Kelurahan Banyumanik menggelar launching Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dengan menggelar acara belajar masak bersama. Hal ini dilakukan untuk menambah kreatifitas ibu dalam memasak masakan kesukaan anak-anak. Selain itu hal ini dapat meminimalisir anak-anak yang suka jajan dengan makanan sehat buatan rumah sendiri.

Sudah menjadi rahasia umum jika anak-anak sangat menyukai jajan dan buruknya mereka sering mengkonsumsi makanan jajanan yang kurang sehat tanpa sepengetahuan orang tua. Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut, PKS ajak ibu-ibu di kelurahan Banyumanik belajar memasak makanan yang menarik dna disukai anak-anak salah satunya adalah pizza.

Makanan satu ini dikenal dari daratan Eropa tepatnya di kota Italia. Pizza sendiri adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau keju pizza sehingga akan lumer dan nampak lezat ketika selesai dipanggang.

“Ketika ibu bisa membuat makanan sendiri yang menarik dan disukai anak, ibu bisa membawakannya untuk bekal anak agar tidak jajan. Jadi selain hemat uang jajan, Ibu juga tahu jajanan apa yang dikonsumsi anak, karena sudah bawa bekal dari rumah jadi tahu kalau makanan yang dikonsumsi anak adalah makanan sehat”, ujar salah seorang ibu yang menjadi peserta masak.

Ibu-ibu nampak antusias mengikuti acara dan langsung praktek membuat pizza. Dengan bahan-bahan sederhana dan murah, ibu-ibu rumah tangga ini berhasil menyajikan pizza yang tak kalah enak dengan pizza merk ternama. Acara pun dilanjutkan dengan makan bersama se-kelurahan meskipun belum sempurna hasilnya namun ibu-ibu sudah sangat senang.

Kegiatan ini pun rencananya akan rutin dilaksanakan rutin dan dijadikan ajang pelatihan bagi ibu-ibu sekaligus akan dibentuk menjadi sejenis model kelas memasak kue. Harapannya, hasil dari kegiatan pelatihan ini, produk makanannya tak hanya untuk konsumsi keluarga sendiri, namun bisa menjadi ide kreatif untuk dibisniskan. (rth)

Leave a Reply