Dewan PKS Advokasi PKL Tawang agar Tetap Bisa Berjualan

Dewan PKS Advokasi PKL Tawang agar Tetap Bisa Berjualan

Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Semarang mendatangi Fraksi PKS meminta keadilan terhadap pemerintah atas penggusuran yang dilakukan pemerintah Kota Semarang. Aduan ini terkait penggusuran PKL Stasiun Tawang tidak adil karena penggusuran itu tidak merata.

Paguyuban PKL ini menyatakan keheranannya, mengapa penggusuran itu tebang pilih padahal sudah ada imbauan yang dikeluarkan oleh Kelurahan Tanjung Mas dan Kecamatan Semarang Utara.

“Ini kok penggusuran tebang pilih, ada yang digusur dan ada yang tidak. Kami meminta kejelasan, kami meminta Mas Ari akan bisa membantu kami memfasilitasi agar bisa bertemu Pemkot,” ungkap perwakilan PKL.

Paguyuban PKL ini diterima oleh anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono. Mas Ari, demikian dirinya akrab disapa, segera melakukan koordinasi sehingga mediasi dapat dilaksanakan dengan cepat, dan akhirnya mediasi antara paguyuban PKL dengan pemkot dapat terlaksana.

Setelah berlangsungnya mediasi antara PKL Stasiun Tawang dan Pemkot Kota Semarang yang difasilitasi oleh Komisi B DPRD Kota Semarang, terdapat kesepakatan dan solusi antara PKL Stasiun Tawang dan Pemkot Kota Semarang tentang relokasi PKL Stasiun Tawang. Camat Semarang Utara mengatakan akan ada bantuan untuk relokasi PKL Stasiun Tawang bilamana PKL Stasiun Tawang mau dipindah dengan tempat yang lebih baik, dan yang masih mau berjualan di area Stasiun Tawang diperbolehkan asalkan bangunya tidak permanen.

Sementara itu, Ari meminta pemerintah komitmen dengan kesepakatan bersama dan dapat dilaksanakan. Jika praktek di lapangan tidak sesuai dengan kesepakatan, Ari meminta warga untuk kembali mengadukan ke DPRD agar segera ditindaklanjuti.

“Kami berharap pemkot benar-benar melaksanakan kesepakatan bersama ini dengan sebaik-baiknya, karena PKL kan juga warga Kota Semarang yang harus dilayani. Mereka membutuhkan mata pencaharian untuk menghidupi keluarga,” tutupnya.

Leave a Reply