PBB Naik Drastis sejak 2017, NJOP Naik sampai 100% dalam 2 Tahun

PBB Naik Drastis sejak 2017, NJOP Naik sampai 100% dalam 2 Tahun

Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, kewenangan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) telah diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota. Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Semarang di tahun 2017 dapat melebihi target. Dari target Rp335.000.000,00, pemeritah kota dapat merealisasikan sebesar Rp347.735.689.081,00 atau mencapai 103,91%. Bahkan, target penerimaan PBB diproyeksikan mencapai Rp376.000.000.000,00 atau naik 12,5% pada 2018.

Kenaikan penerimaan pajak ini tentunya perlu kita apresiasi, karena pajak adalah sumber utama pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Dengan meningkatnya penerimaan pajak, kemandirian daerah dalam menjalan pembangunannya sendiri juga semakin baik.

Namun, di tengah prestasi Pemerintah Kota Semarang dalam penerimaan PBB, banyak keluhan masyarakat tentang kenaikan nilai jual objek pajak (NJOP) yang terlalu tinggi. Ada kenaikan dari 50% hingga 100% sejak tahun 2017. Misalnya saja, dari temuan yang kami dapatkan, pajak warga Pedurungan naik drastis. Tahun 2017 jumlah PBB sebesar 360 ribu rupiah, padahal sebelumnya hanya 213 ribu rupiah, dan di tahun 2018, pajak naik signifikan menjadi 514 ribu rupiah.

Kenaikan PBB adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari Pendapatan Pajak Daerah (PPD). Dalam APBD Kota Semarang 2018, PPD ditargetkan mencapai 1,2 triliun, yang berarti naik 20% dibandingkan pendapatan PPD 2017 yang hanya mendapatkan 1 triliun rupiah.

Leave a Reply