Dugaan Pelecehan Siswa SD, Dewan: Pemkot Harus Cepat Merespons

Dugaan Pelecehan Siswa SD, Dewan: Pemkot Harus Cepat Merespons

Oknum guru berinisial F (40) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswanya yang masih duduk di kelas 3 berinisial CJ yang baru berusia 8 tahun, Kamis (8/3) lalu. Orang tua korban kemudian melaporkan F ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang pada Sabtu (10/3).

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak oleh gurunya sendiri ini membuat dirinya prihatin. Dia menginginkan adanya respons yang cepat dari pemerintah dengan cara melakukan investigasi terhadap kasus itu, agar diketahui bagaimana kebenarannya.

“Kalaupun ada (memang terjadi pelecehan seksual), harus ada tindakan yang tepat atau sanksi, yang dapat memberikan efek jera supaya kejadian serupa tidak terulang,” katanya, Senin (12/3).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta agar pengawasan terhadap anak-anak diperketat. Dia juga meminta agar revolusi mental yang menjadi narasi besar bangsa ini diimplementasikan secara konsisten di sekolah-sekolah, khususnya pendidikan dasar tempat tunas-tunas bangsa ini mengikuti dan memperoleh proses pendidikan.

“Kalau revolusi mental dimaknai dengan ahlak dan budi pekerti yang baik, maka itu harus dimulai dari pendidik atau guru. Hal-hal mendasar seperti sikap menghormati orang tua, menghormati orang lainm itu juga harus menjadi materi pendidikan yang diajarkan,” tegasnya.

Leave a Reply