PBB Naik 30% Masih Terlalu Tinggi

PBB Naik 30% Masih Terlalu Tinggi

Kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) Kota Semarang dinilai masih terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Trijaya FM, Senin (12/3) lalu.

Sebelumnya Pemerintah Kota Semarang menaikkan PBB hingga mencapai 70 persen dari tarif semula. Akan tetapi, setelah mendapatkan protes dari masyarakat, Pemkot akhirnya menurunkannya menjadi 30 persen.

Dalam diskusi yang digelar di Hotel Pandanaran tersebut, Agus menyarankan angka 12,5 persen bagi kenaikan pajak, alih-alih 30 persen. Menurutnya, nilai yang diusulkannya cukup rasional di tengah kenaikan harga kebutuhan masyarakat. Dia menilai, pemindahan kewenangan PBB kepada pemkot seakan-akan menjadi kesempatan untuk mendapatkan tambahan anggaran.

“Tiga puluh persen itu masih cukup tinggi. Sebaiknya jangan 30 persen, mungkin bisa 12,5 persen. Setelah (wewenang) PBB diberikan kepada pemkot seolah-olah menjadi amunisi baru, kesempatan untuk mendapatkan dana, sehingga pajak naik setiap tahun,” jelasnya.

Agus juga berpendapat kenaikan PBB setiap tahun tidaklah tepat, karena berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011, kenaikan tarif PBB hanya dapat dilakukan tiga tahun sekali, kecuali untuk tempat-tempat tertentu yang dapat naik setahun sekali.

“Di perda jelas, tiga tahun sekali naiknya. Tidak satu tahun sekali, dan hanya lokasi tententu yang dapat naik satu tahun sekali. Tapi kan tidak semua bisa dinaikan satu tahun sekali, makanya kami mempertanyakan kebijakan besaran kenaikan dan juga waktu kenaikan. Kenapa satu tahun sekali? Padahal dalam perda jelas tiga tahun sekali,” komentarnya.

Leave a Reply