Agung Soroti Tingginya Kasus Putus Sekolah

Agung Soroti Tingginya Kasus Putus Sekolah

Wakil ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono menyoroti kasus putus sekolah di Kota Semarang masih cukup tinggi. Agung meminta Pemerintah Kota Semarang untuk memperhatikan dan membuat rencana agar kasus putus sekolah dapat ditekan.

“Tingginya kasus putus sekolah harus jadi perhatian pemerintah, karena pendidikan menjadi faktor penting untuk masa depan anak,” terang Agung.

Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Stastistik (BPS) Kota Semarang, waktu rata-rata anak sekolah di Kota Semarang baru mencapai 10,67 tahun.

Berdasarkan data statistik, untuk sekolah dasar sudah mencapai 100%, sementara untuk usia sekolah menengah pertama (SMP) baru mencapai 96% untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuan mencapai 98%. Untuk anak usia sekolah menengah atas (SMA) baru sekitar 75,67 % untuk laki-laki dan 77,32% untuk anak perempuan%.

Agung mengatakan, faktor kemiskinan dan perhatian orang tua menjadi persoalan. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Semarang.

“Tingginya angka putus sekolah tidak lepas dari faktor kemiskinan dan orangtua yang kurang mementingkan pendidikan dalam keluarga. Penyebabnya ini perlu ditelusuri untuk melakukan langkah mengurangi angka putus sekolah,” katanya, Selasa (27/3).

Agung menegaskan, perlu ada edukasi dan pendampingan terhadap keluarga miskin di Kota Semarang. Pendampingan bisa melibatkan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat yang ada.

Leave a Reply