Sangat Positif Jika Sekolah Menyatu dengan Masyarakat

Sangat Positif Jika Sekolah Menyatu dengan Masyarakat

Anggota DPRD Kota Semarang Imam Mardjuki menilai sangat positif apabila sekolah dapat menyatu dengan masyarakat. Dukungan ini disampaikannya untuk menanggapi sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru di tingkat SMP.

Sistem zonasi adalah sistem penerimaan siswa yang mengatur bahwa sekolah harus mengutamakan siswa-siswi yang berdomisili di sekitar sekolah tersebut, dengan didasarkan pada alamat yang tertera dalam kartu keluarga.

Imam menyambut baik adanya kesempatan para siswa agar bisa bersekolah di daerahnya sendiri. Menurutnya, hal ini dapat menunjang program-program pendidikan lain yang melibatkan sekolah dengan masyarakat sekitar.

“Jika yang bersekolah di sekolah tersebut adalah warga sekitar, akan bisa dibuat program turunan yang bagus, misalnya gerakan masyarakat sehat yang melibatkan sekolah, anak didik, dan masyarakat. Contoh lainnya, program lain naik sepeda ke sekolah, jalan kaki ke sekolah dan lainnya,” paparnya.

Selain itu, menurut anggota Fraksi PKS ini, sistem zonasi adalah langkah yang tepat untuk melakukan pemerataan sekolah. Selama ini, sekolah favorit memiliki kualitas baik karena input anak didik yang baik. Seringkali, anak yang berprestasi dan memiliki nilai tinggi berkumpul di satu sekolah.

“(Sistem zonasi) bagus untuk pemerataan anak didik yang berprestasi, sehingga ada persaingan yang sehat antar-SMP, karena anak didik yang berprestasi tidak berkumpul di satu tempat saja,” terangnya.

Imam berharap, adanya perubahan sistem penerimaan peserta didik tahun ini dapat memberikan dampak baik dalam rangka meningkatkan kualtias pendidikan di Kota Semarang.

Leave a Reply