Poin-poin Ringkas Ibadah Qurban yang Perlu Diketahui

Tidak ada komentar 107 views
Ilustrasi kambing kurban. (Foto: Pixabay)

Sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H. Salah satu hal penting dalam hari raya yang sering disebut Lebaran Haji tersebut adalah Qurban. Sebelum akan melaksanakan ibadah qurban, alangkah lebih baiknya memahami poin-poin ringkas ibadah qurban berikut ini. Sumbernya dari pakar syariah KH Abdullah Haidir.

Berikut poin-poin ringkas ibadah qurban

1. Qurban Disyariatkan

Ibadah qurban dalam teks hadits dan kemudian tercantum dalam kitab-kitab fiqih lebih dikenal dengan istilah ‘udhiyah’ bentuk jamak (plural) nya adalah ‘adhohi’.

Para ulama sepakat (ijmak) bahwa berqurban disyariatkan. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang hukumnya apakah wajib atau sunah.

Yang jelas perintahnya sangat kuat:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا (رواه أحمد)

Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda:

“Barangsiapa mendapatkan kelapangan dalam rizki namun tidak mau berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami.” (HR. Ahmad)

2. Qurban Sunnah Mu’akkadah

Jumhur (mayoritas) ulama (mazhab Maliki, Syafii Dan Hambali) berpendapat bahwa qurban adalah sunnah mu’akkadah (sangat dianjurkan) bagi yang mampu. Ulama dalam mazhab hanafi berpendapat bhw qurban hukumnya wajib, juga bagi yang mampu. Masing-masing ada argumennya. 

Dalil syariat qurban terdapat dalam Alquran surat Al Kautsar: 2.  Sedangkan dalam hadits banyak riwayat tentang qurban. Di antaranya bahwa Rasulullah berkurban dengan dua ekor domba (muttafaq alaih). Bahkan diriwayatkan, Nabi SAW berqurban sejak disyariatkan  tahun 2 H hingga wafat.

 3. Hewan Qurban

Hewan yang dibolehkan untuk berqurban dikenal sebagai ‘bahimatul an’am’ بهيمة الأنعام, yaitu: Onta, sapi dan kambing. Sapi termasuk kerbau. Boleh jantan boleh betina, tapi jantan lebih utama, boleh pula yang dikebiri, dengan syarat tidak cacat dan umur memenuhi standar. 

Onta dan sapi berlaku maksimal untuk tujuh orang, sedangkan kambing berlaku untuk seorang saja. Apa yang dilakukan di sebagian sekolah atau komunitas, patungan beli seekor kambing sebagai qurban atas nama bersama, tidak dapat dikatakan sebagai qurban, tapi sebagai pembelajaran bagus saja. Wallahu a’lam

 4. Hewan Apa yang Paling Utama?

Mana yang lebih utama, onta, sapi atau kambing. Sebagian ulama dalam mazhab hambali melihat sisi lezat dagingnya, maka menurut mereka kambing lebih utama. Ulama dalam mazhab Syafii melihat dari segi banyak dagingnya, maka onta atau sapi lebih utama. Masalahnya fleksibel saja.

 Yang paling penting hewannya memiliki syarat sah sebagai hewan qurban. Ada dua syarat dasar; Pertama dari segi usia, kedua dari segi kesehatan dan keselamatan fisik. Dari segi usia, hewan tersebut harus sudah fase ‘tsaniah’. Onta minimal 5 tahun, sapi minimal 2 tahun, kambing minimal 1 tahun. 

Untuk kambing, yang dimaksud adalah sejenis kambing jawa. Kalau domba standar usia minimalnya adalah 6 bulan. Ini semua menurut jumhur ulama, dalam mazhab syafii, standar usianya lebih tinggi, sapi minimal usti tiga tahun, kambing jawa minimal usia 2 tahun, domba minimal 1 tahun. 

5. Syarat hewan kurban

Syarat selanjutnya adalah memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan. Ada 4 kondisi pada hewan yg membuat dia tdk sah menjadi hewan qurban; 1) Matanya jelas picek, termasuk buta, 2) Kakinya jelas pincang, 3) Sakit dengan jelas, 4) Sangat kurus.

 Maka, calon pekurban, sebelum memutuskan membeli atau menetapkan seekor kambing sebagai qurban, harus memastikan kedua sisi tersebut, usia, kesehatan dan keselamatan fisik. Jangan cuma dilihat bobot badannya. Walau gemuk, kalau usianya tidak memenuhi standar, maka tidak sah.

Juga perhatikan kesehatannya atau keselamatan tubuhnya. Usianya memenuhi standar, tapi sakit, maka tidak sah. Atau sehat, tapi matanya picek, atau kakinya pincang, maka tidak sah. Adapun luka-luka sedikit, atau kupingnya sobek atau tanduknya patah, tetap sah insyaAllah.

 6. Makin baik semakin utama

Tapi itu semua batas standar, tentu saja semakin baik semakin utama. Jika merujuk hewan qurban Rasulullah saw sebgaimana disebutkan dalam salah satu hadits, kambing kurban beliau berupa domba, bertanduk, berbulu dominan putih, gemuk dan mahal. Usahakan cari hewan terbaik.

Penting juga bagi panitia qurban yang mendapatkan amanah dari pekurban untuk mencarikan hewan qurban yang memenuhi standar kriteria. Jangan asal beli. berikan spek yang jelas kepada para pedagang, jangan hanya sebatas bobotnya saja.

7. Ketentuan bagi pekurban

 Jika sudah di dapat hewan qurbannya dan anda sudah miliki serta tetapkan dalam diri anda sebagai qurban untuk tahun ini, maka anda termasuk calon pekurban. Sejak itu hewan tersebut tidak boleh dialihkan peruntukannya untuk tujuan lain, misalnya dijual, atau diberikan orang lain.

Apabila masuk tanggal 1 Dzulhijah, ada ketentuan syariat bagi pekurban; Tidak boleh memotong rambut dan kukunya sampai hewan tersebut disembelih, berdasarkan hadits nabi soal ini. Menurut jumhur ulama hukumnya sunah, sebagian ulama menyatakan wajib, alias haram memotong rambut dan kuku.

 8. Penyembelihan

 Waktu penyembelihan hewan qurban berlaku dari sejak selesai shalat Idul Adha hingga waktu sebelum maghrib akhir hari tasyriq (tanggal 13 Zulhijah). Sunah bagi pekurban menyembelih langsung, kalau tidak dapat mewakilkan kepada seseorang dan usahakan dia menghadirinya.

Daging qurban dapat dimakan oleh pekurban, bahkan para ulama menyebutnya sebagai sunah, pekurban memakan sebagian dari daging kurbannya. Sisanya dapat diberikan kepada orang lain, terutama fakir miskin. Dapat juga diberikan kepada orang yang mampu, bahkan boleh diberikan kepada orang kafir.

9. Tidak Dibolehkan Menjual Daging Kurban 

Yang tidak dibolehkan dari hewan kurban adalah menjual dagingnya atau bagian tubuh lainnya, seperti kulitnya. Atau tidak boleh juga menjadikannya sebagai upah, misalnya kepada tukang sembelih atau tukang mengulitinya. Tapi kalau diberi begitu saja, tidak mengapa.

 Sebaiknya jika masih ada yang mau menerimanya, tdk ada yg dijual dari bagian tubuh hewan kurban. Misal kulit, atau kepala, jika dibagikan kepada seseorang, dia mau menerimanya, maka lebih hati-hati dibagikan saja, jangan dijual.

Memang ada sebagian ulama yang membolehkan menjualnya jika hasil penjualannya ditujukan untuk shadaqah. Tapi jumhur (mayoritas) ulama tetap melarangnya. Kecuali wallahu a’lam, jika tidak ada orang yang mau menerima bagian tubuh tersebut, maka ketimbang dibuang percuma dapat dicarikan cara.

 Yang paling baik adalah, misalnya kulit-kulit tsb diserahkan ke lembaga tertentu, seperti lembaga sosial tertentu, nanti lembaga tersebut menjualnya kepada pihak-pihak yang ingin memanfaatkannya. Atau langsung saja diberikan kepada tukang kulit tanpa kita kenakan biaya apa-apa. Wallahu a’lam.

Sumber: KH Abdullah Haidir, Lc

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Poin-poin Ringkas Ibadah Qurban yang Perlu Diketahui"