Ratusan Kader PKS Kota Semarang Nobar Film Hayya, The Power of Love 2

Para kader dan tokoh PKS Kota Semarang usai nonton film Hayya the power of love 2.

SEMARANG – Sebanyak 172 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang menggelar nonton bareng film Hayya, The Power of Love 2 pada Selasa (24/9/2019) di salah satu bioskop di Kota Semarang. Kegiatan nobar ini diinisiasi oleh PKS Muda Kota Semarang.

Akhmad Zunaidi, salah satu peserta nonton bareng mengapresiasi pesan moral dalam film ini, dimana hal itu memantik kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan seputar Palestina.

“Terimakasih kepada PKS Muda Kota Semarang yang telah memfasilitasi nonton bareng film ini, film ini menggambarkan bagaimana seorang anak Palestina dalam berjuang mendapatkan kedamaiannya, semoag film ini menginspirasi kita semua untuk terus berbagai untuk Palestina,”katanya.

Sementara, Anggota DPRD Kota Semarang M Sifin Almufti yang juga turut nonton film tersebut mengapresiasi PKS Kota Semarang yang memfasilitasi warga Semarang menonton film menginspirasi tersebut.

“Termakasih kepada DPD PKS yang sudah memfasilitasi teman-teman Semarang nonton film hayya, film ini mengajarkan masyarakat Semarang untuk lebih berempati, betapa penderitaan anak-anak Palestina butuh bantuan dan uluran tangan dari kita,”kata Sifin.

Hadir juga dalam nobar tersebut Ketua DPD PKS Kota Semarang Suharsono, Bendahara Umum DPD PKS Kota Semarang Agus Riyanto Slamet, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah kader PKS Kota Semarang.

Film ini diawali dari sosok Rahmat yang menjadi relawan kemanusiaan di camp pengungsian perbatasan Palestina. Saat bertugas menjadi relawan kemanusiaan dan jurnalis di daerah tersebut, ia bertemu sosok Hayya gadis lugu yatim piatu korban konflik di palestina.

Kehadiran Hayya banyak membawa perubahan terhadap kehidupan Rahmat, hingga suatu ketika Rahmat harus kembali ke Indonesia karena harus menikah dengan Yasna, membuat Hayya terluka.  Hubungan Rahmat, Hayya dan Yasna tiba-tiba berubah menjadi kompleks, lucu dan menegangkan.

Bahkan sosok Rahmat yang diperankan oleh Fauzi Baadila harus berurusan dengan kepolisian karena dituduh melakukan perdagangan manusia (human trafficking) terhadap seorang gadis kecil dari Palestina bernama Hayya.

Padahal tiga hari lagi jurnalis dari sebuah media ternama itu harus menjalankan akad nikah dengan Yasna, tunangannya. Di sinilah konflik mulai memuncak, terutama antara Rahmat, Adhin (temannya), Yasna, dan ayahnya.

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ratusan Kader PKS Kota Semarang Nobar Film Hayya, The Power of Love 2"