SEMARANG – Menuju Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024, KPU Kota Semarang berinisiatif untuk mengenalkan partai peserta pemilu melalui podcast yang disiarkan secara langsung di channel youtube KPU Kota Semarang.
Pada episode ke-13 ini, giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diberi kesempatan untuk berbincang mengenai persiapan Pemilu 2024 serta seluk beluk PKS mulai dari kepengurusan, sejarah, hingga pembinaan anggota partai.
Dalam wawancara tersebut, Suharsono selaku ketua DPD PKS Kota Semarang sekaligus narasumber menjelaskan secara singkat tingkatan kepeengurusan berikut periode jabatan pada setiap tingkatannya, mulai dari pusat hingga pengurus ranting.
Dengan masing – masing pengurus sebagai berikut, pengurus DPD sebanyak 40an orang, pengurus DPC sebanyak delapan sampai sepuluh orang, dan pengurus ranting sebanyak tiga orang pengurus harian. Masa jabatan di masing-masing tingkat kepengurusan juga berbeda.
Dalam kesempatan itu, Suharsono juga menjelaskan secara ringkas sejarah berdirinya Partai Keadilan Sejahtera.
“PKS ini yang muncul tahun 1999 dengan nama Partai Keadilan, kemudian pada tahun 2002 diubah menjadi nama yang saat ini digunakan. Pemilu pertama yang diikuti oleh PKS yaitu pemilu tahun 2004 setelah pergantian nama partai,”jelas Suharsono dalam podcast yang ditayangkan pada Kamis (2/6/2022) tersebut.
Untuk keanggotaan sendiri, Suharsono mengatakan bahwa pada pemilu yang lalu, pada tahun 2019, PKS mendapatkan 76.541 suara di kota Semarang.
Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial, pembinaan penyumbang suara PKS ditawarkan untuk menjadi anggota terdaftar PKS dengan membuat KTA atau Kartu Tanda Anggota (KTA) yang saat ini sudah sebanyak sepuluh ribu pemilik.
Suharsono juga menambahkan bahwa siapa saja dapat menjadi anggota PKS ini tanpa khawatir memikirkan perbedaan agama maupun golongan.
Untuk mendaftarkan diri menjadi anggota dapat mengikuti sosial media PKS maupun mendatangi agenda baksos yang diadakan oleh PKS.
Suharsono juga mengatakan untuk sistem pengkaderan dan pendidikan politik internl partai, PKS memiliki sistem pendidikan berjenjang yang pada setiap jenjangnya memiliki kurikulum yang disesuaikan.
“Sedangkan untuk pendidikan politik eksternal, PKS memiliki program mimbar demokrasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar turut serta dalam Pemilu karena tanggung jawab pembangunan Indonesia merupakan tanggung jawab Bersama,”punglasnya.
Dalam penutupnya Suharsono menyampaikan bahwa PKS memiliki visi menjadi partai pelopor untuk mewujudkan cita cita bangsa Indonesia dan beliau juga mengajak masyarakat untuk turut serta mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia melalui pemilu. (Yumna)