SEMARANG — Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang melalui Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) resmi melantik jajaran Dewan Pakar dan Dewan Penasihat PKS Kota Semarang di Hotel Grasia, Minggu (1/11/2026).
Pelantikan ini menjadi langkah strategis partai setelah melalui proses penjaringan dan diskusi internal di tingkat DPTD. Kehadiran kedua dewan tersebut diharapkan memperkuat kinerja partai sekaligus mengoptimalkan peran wakil rakyat di DPRD Kota Semarang.
Ketua MPD PKS Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, menyampaikan bahwa pembentukan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat merupakan amanat organisasi untuk menambah semangat perjuangan struktur partai maupun Fraksi PKS di parlemen.
“Harapan kami, kehadiran Dewan Penasihat dan Dewan Pakar ini bisa menambah semangat kami di DPTD dan Fraksi PKS dalam berjuang mengoptimalkan tugas sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Semarang,” ujar Agus usai prosesi pelantikan.
Perkuat Fungsi Legislasi dan Pengawasan di Komisi
Agus menambahkan, jajaran Dewan Pakar akan dilibatkan secara aktif dalam diskusi kepakaran bersama anggota legislatif (Aleg) Fraksi PKS di masing-masing komisi DPRD Kota Semarang.
“Mereka tentu paham dengan bidang kepakaran di masing-masing komisi, mulai dari Komisi A terkait pemerintahan dan kependudukan, Komisi B bidang anggaran, Komisi C bidang infrastruktur, hingga Komisi D terkait kesejahteraan masyarakat. Masukan dan saran dari Dewan Pakar akan kami bawa ke Fraksi PKS untuk diperjuangkan dan disampaikan kepada Pemerintah Kota Semarang,” jelasnya.
Rumah Politik Gagasan yang Inklusif
Ketua Dewan Pakar PKS Kota Semarang yang baru dilantik, Dr. H. Agung Budi Margono, S.T, M.T, menegaskan kesiapannya menjadikan Dewan Pakar sebagai wadah kontribusi pemikiran bagi pembangunan kota.
“Ini sebuah tanggung jawab besar. Kami berharap Dewan Pakar menjadi rumah politik gagasan bagi PKS, memberikan kontribusi terhadap pembangunan di tingkat Kota Semarang, serta merespons berbagai persoalan publik menjadi ide dan gagasan yang melayani masyarakat,” kata Agung.
Sebagai langkah awal, Agung menyebut pihaknya segera melakukan konsolidasi internal untuk menyamakan persepsi dan pembagian peran, sebelum berkolaborasi dengan Fraksi PKS sebagai pemangku kepentingan utama. Ia juga menekankan bahwa Dewan Pakar bekerja secara inklusif dengan merangkul berbagai kalangan ahli di Kota Semarang.
“Kami berharap kerja kami berjalan secara inklusif dengan melibatkan banyak pihak. Seluruh pakar di Kota Semarang, baik yang menjadi kader maupun non-kader PKS, mari bersama-sama membangun Kota Semarang secara adil demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ajaknya.
Siap Kawal Tata Laksana Organisasi Sesuai AD/ART
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat PKS Kota Semarang, Zubaedah, menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan sumbangsih pemikiran serta arahan agar roda organisasi berjalan selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai maupun harapan masyarakat.
“Insyaallah jajaran di DPRD dan DPD sudah sangat mumpuni, tetapi yang namanya organisasi tentu tetap membutuhkan masukan. Jika Dewan Pakar memberi masukan dari sisi kepakaran, maka Dewan Penasihat berperan memberikan arahan dan nasihat apabila ada hal-hal yang kurang dalam tata laksana kerja DPD PKS Kota Semarang,” tutur Zubaedah.
Ia berharap seluruh elemen di dalam tubuh partai terus bersinergi menjawab kebutuhan warga Kota Semarang.
“Kita semua berada dalam satu wadah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dan hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.