Semarang, Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara Halal bi Halal sekaligus Wisuda Satri Qiroati yang digelar oleh Yayasan Perempuan Cinta Kebaikan (APIK) di Aula Balai Kota Semarang, Senin (28/4/2025). Acara ini menjadi momen penting bagi Wisudawati Qiroati dan Ratusan anggota Majelis Taklim Muslimah se-Kota Semarang yang selama ini dibina oleh Ustadzah Dyah Rachmawati.
Indri (30) selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara kali ini mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Tema tersebut dipilih dalam rangka memperingati Hari Kartini serta sebagai simbol harapan bahwa setelah melewati masa-masa sulit atau gelap dalam kehidupan, setiap insan akan menemukan cahaya terang berupa ilmu, iman, dan amal kebaikan.
“Tema Habis Gelap Terbitlah terang kami pilih dalam rangka memperingati Hari Kartini, karena memang baru saja kita memperingati Hari Kartini, selain itu tema ini kita gunakan sebagai simbol harapan bahwa setelah melewati masa-masa sulit atau gelap dalam kehidupan, setiap insan akan menemukan cahaya terang berupa ilmu, iman, dan amal kebaikan.” Uangkapnya saat diwawancara disela-sela acara.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Pembina Majelis Taklim APIK, Ustadzah Dyah Rachmawati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang mampu mengumpulkan banyak jamaah dari berbagai penjuru Kota Semarang. “Ini adalah bukti nyata bahwa semangat belajar Al-Qur’an tetap hidup di tengah masyarakat kita,” ujarnya.
Puncak acara adalah prosesi wisuda Qiroati angkatan ke-12. Para peserta wisuda tampak khidmat saat menerima penghargaan atas keberhasilan mereka menuntaskan tahapan pembelajaran membaca Al-Qur’an secara tartil. Salah satu wisudawati menyatakan kebanggaannya bisa mencapai tahap ini setelah melalui proses belajar yang penuh kesungguhan.
Setelah prosesi wisuda selesai, tausiyah dengan tema semangat membaca Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya disampaikan oleh Ustadzah Aisyah Dahlan. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk terus meningkatkan kecintaan dan ketekunan dalam membaca Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk hidup. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar kita menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama,” ujarnya
Selain rangkaian keagamaan tersebut, acara juga dimeriahkan dengan penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina yang sedang mengalami krisis kemanusiaan berat. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kota Semarang hadir melalui perwakilannya Muntafingah memberikan paparan singkat mengenai kondisi terkini di wilayah konflik serta pentingnya solidaritas umat Islam dunia terhadap saudara mereka di Palestina.
Penggalangan dana mendapat respon positif dari para peserta halal bi halal maupun tamu undangan lainnya sehingga terkumpul donasi sebesar Rp 26.685.000 sebagai bentuk kepedulian sosial Jamaah Yayasan APIK kepada sesama muslim global.
Muntafingah (45), perwakilan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kota Semarang, menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas partisipasi dan kepedulian seluruh peserta dalam penggalangan dana tersebut. Ia mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi dukungan yang luar biasa dari masyarakat Semarang, khususnya para jamaah Majelis Taklim APIK. Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Palestina yang tengah menghadapi kesulitan besar.” Selain itu, Muntafingah juga menegaskan bahwa solidaritas seperti ini menjadi kekuatan penting dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan di tengah konflik yang berkepanjangan.
Aisyah (30), salah satu anggota majelis taklim mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat tidak hanya untuk memperdalam ilmu agama tapi juga mempererat ukhuwah islamiyah antar sesama muslimah di kota Semarang. “Saya merasa semakin termotivasi untuk terus belajar Al-Qur’an dan berbuat kebaikan,” ujarnya antusias.
Dengan suksesnya rangkaian halal bi halal dan wisuda qiroati tahun 2025 kali ini, seluruh pihak berharap kegiatan mulia ini dapat terus dilestarikan demi mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta peduli terhadap sesama manusia tanpa memandang latar belakang apapun.











