PKS Kota Semarang melalui DPC Candisari dan DPC Tembalang menggelar Bincang Keluarga pada Ahad, 16 November 2025, dengan fokus pada penguatan peran ayah dalam ketahanan keluarga. Kegiatan yang diikuti keluarga kader ini sekaligus menjadi momentum bagi struktur wilayah untuk menyoroti isu fatherless yang semakin menjadi perhatian dalam pembinaan generasi.
Sesi utama menghadirkan Ustadz Suharsono dan Ustadz Waimin sebagai pemateri yang membahas urgensi kehadiran ayah baik secara emosional maupun dalam pengasuhan anak. Keduanya menekankan bahwa ayah memegang peran penting dalam keharmonisan rumah tangga dan pembentukan karakter generasi.
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) PKS Kota Semarang, Dini Inayati, menjelaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga tidak dapat dicapai hanya dengan mendampingi ibu. “Ayah juga perlu didukung agar kompak bersama istri dalam membangun ketahanan keluarga,” ujarnya. Ia juga menyoroti fenomena fatherless di Indonesia, yakni kondisi ketika ayah belum hadir secara optimal di tengah keluarga.
Dini menambahkan bahwa Rumah Keluarga Indonesia (RKI) telah berjalan sejak periode kepengurusan sebelumnya. Saat ini fokusnya adalah memastikan titik-titik RKI yang ada tetap aktif sekaligus memperluas pembentukannya di wilayah yang belum memiliki struktur. Hingga kini terdapat 20 titik RKI aktif yang menjalankan program seperti pemberdayaan ekonomi keluarga, konseling ketahanan keluarga, hingga peningkatan kapasitas pengasuhan anak.
Ketua DPC PKS Tembalang, Asep, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap agenda nasional PKS mengenai penguatan keluarga. “Momentum Hari Ayah ini sayang kalau dilewatkan. Kami ingin mengingatkan kembali peran ayah agar keluarga berjalan harmonis. Ini bentuk dukungan kami terhadap kampanye penguatan keluarga yang sedang digerakkan secara nasional,” tuturnya.
Melalui sinergi antara BIPEKA, RKI, dan struktur DPC, PKS Kota Semarang berharap penguatan peran ayah dapat menjadi langkah nyata dalam menekan isu fatherless dan memperkuat ketahanan keluarga di berbagai wilayah.












