Kopdar Komdigi x PKS Muda Ajak Gen Z Jadi Influencer dengan Konten Bermanfaat

Semarang — Menjadi influencer bukan semata tentang jumlah pengikut atau popularitas di media sosial. Lebih dari itu, pengaruh yang dimiliki dapat diarahkan untuk menghadirkan manfaat dan meninggalkan jejak kebaikan bagi orang lain.

Pesan tersebut disampaikan Bagas Rais Rabani saat menjadi pemateri dalam kegiatan Kopdar Komdigi x PKS Muda “Kabeh Iso Dadi Influencer” yang digelar di Aula DPTW PKS Jawa Tengah, Jumat (29/8/2026).

Dalam materinya, Bagas mengajak peserta untuk melihat media sosial tidak sekadar sebagai ruang hiburan atau tempat mengejar popularitas. Menurutnya, perkembangan dunia digital telah membuka kesempatan bagi setiap orang untuk memiliki pengaruh melalui karya dan konten yang dibuat.

“Kita ini harus menjadi influencer yang baik dengan menghasilkan konten yang bermanfaat,” ujar Bagas di hadapan peserta.

Menurut Bagas, setiap orang pada dasarnya memiliki kesempatan untuk menjadi kreator dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat yang lebih luas. Namun, kesempatan tersebut perlu diiringi dengan kesadaran mengenai nilai dari setiap konten yang dihasilkan.

Ia mengajak peserta untuk memikirkan lebih jauh mengenai jejak yang akan ditinggalkan melalui karya-karya di ruang digital. Baginya, waktu manusia terbatas, sehingga penting untuk menghasilkan sesuatu yang dapat terus memberikan manfaat.

“Di sinilah pentingnya kita punya legacy atau warisan. Konten yang kita buat bisa menjadi jejak yang terus memberikan manfaat,” ungkapnya.

Bagas menjelaskan bahwa konten tidak hanya dapat menjadi sarana hiburan. Konten yang berisi ilmu, inspirasi, dan ajakan kepada kebaikan dapat menjadi medium untuk menyebarkan manfaat kepada lebih banyak orang.

Karena itu, menurutnya, seorang kreator perlu terus memperkaya diri sebelum menghasilkan karya. Ia membagikan sejumlah kebiasaan yang perlu dibangun oleh seorang pembuat konten, mulai dari banyak membaca, berpikir, mendengar, mencatat, hingga berdoa.

“Jangan hanya banyak scrolling tanpa tujuan. Kreator harus banyak membaca, banyak berpikir, banyak mendengar, dan banyak mencatat. Dari situ kita bisa punya bahan untuk menghasilkan karya,” jelasnya.

Selain berbicara mengenai pentingnya konten yang bermanfaat, Bagas juga membagikan roadmap sederhana membuat konten ala Bagasrais.r kepada para peserta.

Menurutnya, proses tersebut dimulai dari membiasakan diri untuk mencatat setiap ide yang muncul.

“Pertama, catat ide. Setelah itu kelola ide kontennya, kemudian take action. Kalau sudah selesai, lupakan dan lanjut membuat karya berikutnya,” katanya.

Ia menilai salah satu tantangan yang sering dihadapi kreator adalah terlalu lama berada dalam tahap perencanaan dan keraguan. Padahal, sebuah ide baru akan menjadi karya ketika seseorang berani mengambil tindakan.

Bagas pun mengingatkan bahwa keinginan baik untuk membuat konten yang bermanfaat harus diikuti dengan kesungguhan dalam prosesnya.

“Niat yang baik saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan cara yang baik dan tekad yang membara,” pesannya.

Melalui kegiatan Kopdar Komdigi x PKS Muda, peserta diharapkan semakin memahami bahwa menjadi influencer bukan sekadar tentang memiliki banyak pengikut. Lebih dari itu, ruang digital dapat dimanfaatkan untuk berkarya, menyebarkan gagasan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Sebab setiap orang bisa memiliki pengaruh. Yang terpenting adalah bagaimana pengaruh tersebut digunakan untuk meninggalkan jejak kebaikan