PKS Kota Semarang Luncurkan Satgas Bantu Pemerintah Atasi Bencana Alam

  • Whatsapp
Launching Relawan PKS Kota Semarang Siaga Bencana pada Jumat (19/3/2021).

SEMARANG – Bidang kesejahteraan sosial (Kesos) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang meluncurkan relawan Tangguh bencana alam pada Jumat (19/3/2021) di kantor DPW PKS Jawa Tengah, Jalan Kelud Utara 46, Kelurahan Petompon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Acara yang diikuti puluhan relawan dari 16 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS se-Kota Semarang tersebut dirangkaikan dengan reses anggota DPRD Jawa Tengah Agung Budi Margono.

Muat Lebih

Ketua Bidang Kesos DPD PKS Kota Semarang Anton Purwiyanto mengatakan Kota Semarang masuk dalam peta daerah rawan bencana di Jawa Tengah. Mulai dari rawan banjir, rawan longsor, kebakaran, kekeringan maupun puting beliung.

“Berdasarkan data dari BPBD Kota Semarang sepanjang tahun 2020  terjadi 21 banjir, 124 titik tanah longsor, 4 kali puting beliung, 22 rumah roboh, 25 kebakaran dan 11 pohon tumbang. Hal ini menegaskan bahwa perlunya perhatian khusus untuk mengatasi kerawanan bencana di Kota Semarang,”kata Anton dalam keterangannya di Kota Semarang.

Lebih lanjut, Anton mengatakan perlunya melakukan persiapan untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lain-lain.

“Oleh karenanya pada kami mengadakan Launcing Satgas Bencana PKS di tingkat Kota Semarang dengan menghadirkan perwakilan satgas bencana di setiap kecamatan. Kami menyakini dengan persiapan yang tepat dan koordinasi yang baik melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat akan dapat mengurangi dampak bencana,”jelasnya.

Tak hanya itu, Anton mengajak masyarakat di Kota Semarang, bersama relawan PKS melakukan langkah-langkah aktif mengantisipasi bencana, seperti pembersihan saluran, tidak membuang sampah sembarangan dan lainnya.

“Sinergisitas antara antara Relawan PKS dan masyarakat Kota Semarang akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat utamanya di dalam melaksanakan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam,”pungkas Anton.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar