SEMARANG – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menggelar edukasi, sosialisasi pencegahan dan penanganan wabah Coronavirus disease 2019 (COVID-19).
Kegiatan tersebut digelar dalam bentuk webinar melalui aplikasi zoom pada Ahad (13/12/2020) dan diikuti 80 peserta yang terdiri dari unsur anggota DPRD Kota Semarang, kader dan pengurus partai di tingkat cabang hingga ranting.
“Terimakasih kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang, kegiatan ini digelar untuk mengedukasi para kader dan struktur partai untuk lebih waspada dan siaga dengan COVID-19, DPD PKS Kota Semarang sendiri telah melakukan sejumlah kegiatan untuk membantu penanganan COVID-19 sejak awal pandemi,”kata Ketua DPD PKS Kota Semarang Suharsono.
Kedepan, kata Suharsono, upaya akan terus dilakukan DPD PKS Kota Semarang untuk mencegah penularan COVID-19, utamanya di kalangan kader dan struktur partai serta masyarakat.
“Kita adakan tes kesehatan seperti rapid test, hingga memberikan suplemen agar kesehatan kader terjaga,”ujar pria yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Semarang ini.
Sementara, narasumber webinar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Mochamad Abdul Hakam mengapresiasi kegiatan webinar tersebut sebagai bentu kolaborasi antara pemerintah dan partai politik.
“Ini adalah salah satu bentuk kolaborasi yang luar biasa, semoga mampu mengurangi penularan COVID-19 di Kota Semarang,”ujarnya.
Lebih lanjut, Hakam mengatakan sejumlah hal bisa dilakukan untuk membantu pencegahan COVID-19.“Salah satunya hindari bersinggungan langsung dengan orang sakit, orang sakit ini tidak boleh melakukan aktivitas diluar, harus dibersihkan menggunakn disinfektan,”ujarnya.
Hakam mengatakan,perkembangan COVID-19 di Kota Semarang mencapai puncaknya pada bulan November 2020 lalu.
“Tapi tren covid kesembuhan tinggi, kalau di siaga corona selalu fluktuatif, sedangkan usia produktif menyumbang tinggi penularan corona,”ujarnya.
Menurut Hakam, ujung dari penanganan COVID-19 di Kota Semarang ini adalah bagaimana tidak menambah penularan.
“Ujung bagaimanapun upaya kita tidak menambah penularan, kami mencoba melakukan, memanage kasus ini, bahwa semua pasien silahkan bisa menghubungi puksesmas 112, yang itu 24 jam itu call center di Kota Semarang, kemudian jogo tonggo, dan kampung siaga candi hebat,”paparnya.
Hakam juga menghimbau, bagi masyarakat yang terkena gejala COVID-19, diusahakan minumobat sebagai langkah untuk mengantisipasi.
“Swab dan rapid test itu proses, sehingga begitu ada gejala segera minum obat, antibiotic, vitamin, 7 hari minum obat silahkan lakukan swab,”pungkasnya.











