Cinta Rasul dan Anti Galau Hadapi Masa Depan, Semarang Ramaikan Dzikir dan Sholawat di DPW PKS

  • Whatsapp
Kegiatan Tahlilan bersama tokoh NU dan PKS
Foto: Humas DPW PKS Jateng

“Siapa yang hafal hari lahirnya Rasulullah? Tanggal? Bulan? Tahun?  Jam?” Tanya Habib Muhammad Amin bin Abdurrahman Al Athos dalam Sholawat dan Tahlil untuk Bangsa di DPW PKS Jawa Tengah, Semarang. “Utamakan pinta pada Allah, jadikan hatiku cinta pada Nabi Muhammad,” pesannya kepada para jamaah.

Seribu-an warga Semarang memadati halaman Gedung DPW PKS Semarang pada Selasa (31/12/19) pukul 20.00-23.30 WIB. Malam pergantian waktu menuju 1 Januari 2020 itu sungguh ramai dan damai dengan lantunan tahlil dan sholawat dari masyarakat Semarang.

Muat Lebih

Acara ini mewarnai pergantian tahun dengan sisi positif dengan berdzikir dan menambah kecintaan pada Rasulullah.

Foto: Humas DPW PKS Jateng

“Dengan kegalauan tentang menghadapi masa depan yang serba tidak menentu begini ini, maka solusi dalam Islam adalah dzikir. Dengan dzikir orang bisa menjadi tenang hatinya. Dzikir yang paling utama dzikir itu adalah tahlil. Laa ilaa ha ilallah.” ujar ketua DPW PKS Jawa Tengah Abdul Fikri Fakih.

Pembacaan tahlil dipimpin oleh KH Nur Ahmad Toha, kemudian diikuti dengan simtudurror bersama Habib Haydar Al Khered, tausyiah dari Habib Muhammad Amin bin Abdurrahman Al Athos , serta doa oleh KH Bukhori Yusuf.  

 “Tingkah laku kita ini kan banyak berkiblat pada Barat, China, atau Korea, dan seterusnya. Nah ini dikembalikan lagi bahwa kita sesungguhnya ada kibat yang tidak naik turun yaitu Rasulullah SAW,” ujar Abdul Fikri.

Pembacaan simtudurror, sebenarnya mengandung arti cerita dari kelahiran Rasul sampai kemudian menjadi dewasa. Bagi Abdul Fikri, sholawat ini berkaitan dengan Rasulullah, hingga hendaknya menjadi budaya bagi masyarakat. 

Sebagai bagian dari masyarakat, PKS ingin membudayakan dzikir dan sholawat agar semakin ramai dilakukan oleh komunitas dan majelis taklim lain.

Acara makan bersama menambah kerekatan peserta yang hadir, dengan dimakan melingkar bersama-sama untuk beberapa orang dalam satu nampan. Salah satu peserta, Sukaryati warga Kalialang Lama, Kampung Jawi Semarang bersama temannya merasa senang jika mendapat undangan dari PKS untuk perkumpulan seperti ini.

“Enak, bisa kumpul-kumpul,” ujarnya senang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *