Istighfarlah! Itu Akan Membantumu Mendapatkan Jalan yang Terang

  • Whatsapp
Istighfar

Zuber Safawi, S.HI

Istighfar merupakan kalimat taubah yang pertama harus diucapkan oleh seorang manusia kepada Tuhannya. Istighfar adalah salah satu ucapan yang sangat penting sehingga Allah perlu menamakan waktu yang terbaik untuk istighfar dengan “ashar” sebagaimana dinyatakan oleh Al-Qur’an lebih dari satu kali.

Ungkapan istighfar itu banyak kita jumpai dalam Islam, yang paling pendek adalah أستغفر الله selain kata istighfar yang semacam itu yang artinya saya minta ampun kepada Allah, masih banyak istighfar istighfar yang lainnya yang maknanya minta ampun kepada Allah, kita juga mengenal

أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم و أتوب إليه

Sebagaimana do’a yang diajarkan oleh Rasul kepada kita, disamping itu Rasul juga mengajarkan istighfar yang panjang yaitu sayyidul istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
 
Kenapa istighfar itu dianggap penting oleh kaum muslimin? Karena istighfar merupakan salah satu jalan keluar manakala manusia melakukan penyesalan yang luar biasa, karena hanya Allahlah satu satunya Dzat yang mau menerima ampun dari kesalahan hamba, sedangkan Allah memerintahkan hambanya untuk terus banyak istighfar sedang Allah secara khusus memerintahkan istighfar pada orang orang tertentu dan dalam keadaan tertentu semisal :

Kita akan memintakan ampunan terhadap orang mukmin dan mukminat

(فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِینَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ)
Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.
[Surat Muhammad: 19]

Setelah manusia memahami bahwa tiada Tuhan selain Allah, silahkan manusia beramal sebagaimana amal-amal manusia lainnya seperti meminta ampunan bagi mukminin dan mukminat, karena hanya pada Allahlah yang bisa menerima amal amal manusia termasuk tempat kita meminta ampun.

Ampunan dari Allah swt
(وَمَن یَعۡمَلۡ سُوۤءًا أَوۡ یَظۡلِمۡ نَفۡسَهُۥ ثُمَّ یَسۡتَغۡفِرِ ٱللَّهَ یَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورࣰا رَّحِیمࣰا)
Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
[Surat An-Nisa’: 110]

(فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُوا۟ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارࣰا)
maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun”
[Surat Nuh: 10]

Dua ayat ini menjelaskan siapapun yang berbuat kejahatan dan penganiayaan terhadap diri sendiri sampai manusia itu sadar atas kesalahannya, maka ada jalannya yakni istighfar padaNya, karena Dia sudah mengetahui bahwa ada orang berbuat salah maka Dia menawarkan permintaan taubatnya, makanya Allah suka terhadap makhluqnya yang melakukan kesalahan dan segera mohon ampunan kepadanya.

Dikirim hujan dan ditambahkan rizqi padanya

(یُرۡسِلِ ٱلسَّمَاۤءَ عَلَیۡكُم مِّدۡرَارࣰا ۝ وَیُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَ ٰ⁠لࣲ وَبَنِینَ وَیَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّـٰتࣲ وَیَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡهَـٰرࣰا)
niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”
[Surat Nuh: 11 – 12]

Betapa bahagianya menjadi manusia yang hidup di daerah tropis, hujan tiap tahun hampir selalu kita dapatkan, sedangkan orang jauh dari khatulistiwa mereka betul betul mengharapkan turunya hujan, salah satunya dengan istighfar pada Allah yang menawarkan pada manusia agar dibantu untuk mendapatkan hujan, kalau hujan turun maka tanaman tanaman akan tumbuh dan buah buahpun akan berbuah, disamping itu istighfar juga memberikan tambahan anak dan harta yang mencukupi untuk hidup, dengan demikian rizqi mudah kita dapatkan karena rizqi itu ada pemiliknya dan ada yang mengatur pengeluarannya.

Ditumpahkan kasih sayangnya

(وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِیُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِیهِمۡۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ یَسۡتَغۡفِرُونَ)
Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.
[Surat Al-Anfal 33]

Allah tidak akan tergesa gesa menurunkan adzab selagi ada diantara manusia tersebut yang beristighfar , sebagaimana Allah tidak juga menurunkan adzab selagi Rasul Muhammad SAW masih bersama para sahabat, mungkin yang beristighfar tidak semua penduduk, akan tetapi nikmatnya akan dinikmati semua penduduk dengan ditundanya adzab.

Ditambahkan kekuatan

(وَیَـٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُوا۟ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوۤا۟ إِلَیۡهِ یُرۡسِلِ ٱلسَّمَاۤءَ عَلَیۡكُم مِّدۡرَارࣰا وَیَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا تَتَوَلَّوۡا۟ مُجۡرِمِینَ)
Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.”
[Surat Hud: 52]

Siapa orangnya yang tidak suka memiliki kekuatan, dan Allah akan menambahkan kekuatan dengan menurunkan hujan padanya, sehingga manusia tersebut bertambah kekuatan dengan mengucapkan istighfar pada Allah SWT.

Ditambahkannya rahmat
(قَالَ یَـٰقَوۡمِ لِمَ تَسۡتَعۡجِلُونَ بِٱلسَّیِّئَةِ قَبۡلَ ٱلۡحَسَنَةِۖ لَوۡلَا تَسۡتَغۡفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ)
Dia (Shalih) berkata, “Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?”
[Surat An-Naml 46]

Rahmat adalah jenis kenikmatan yang sangat besar, sehingga seseorang yang dijanjikan oleh Allah akan mendapatkan rahmat, maka orang tersebut sangat beruntung, Allah swt banyak sekali menjanjikan rahmatnya akan diberikan kepada orang yang mau taat pada Allah dan RasulNya, salah satunya adalah orang yang mengucapkan istighfar padaNya.

Melapangkan dada

إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِيْ وَإِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Sesungguhnya, kadang terdapat sesuatu yang melekat pada hatiku maka saya pun beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari.”
[HR Muslim dan Abu Daud].

Dalam kehidupannya manuasia kadang sangatmembutuhkan apa yang disebut lapang dada, apalagi para da’i yang setiap harinya mereka selalu ketemu sama orang banyak lebih membutuhkan kelapang dada dan Allah telah menjanjikannya bagi orang orang yang istighfar

Wajah berseri seri dan bahagia
Rasul bersabda bahwa :
مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيْفَتُهُ ، فَلْيُكْثِرْ فِيْهَا مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ
“Barangsiapa yang ingin bahagia dengan catatan amalnya (pada hari kiamat), hendaklah ia beristighfar kepada Allah.”.
[HR Tobroni[

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا
“Sangat beruntunglah orang yang menemukan bahwa pada catatan amalnya terdapat banyak istighfar.” 
[HR Ibnu Majah]

Salah satu kebutuhan hakiki manusia adalah kebahagian, dan kebahagiaanlah yang dituju manusia dalam hidupnya, Allah menjanjikan pada orang orang yang banyak mengucapkan istighfar, akan mendaptkan kebahagiaan, sehingga beruntunglah orang orang yang mampu melakukan hal tersebut.

Membersihkan Noda Hitam dari Hati Seorang Hamba
Jika seorang hamba melakukan kesalahan, suatu noda hitam akan tertitik pada hati seorang hamba. Jika hamba beristighfar, dihapuslah noda itu dan hatinya kembali bersih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى يَعْلُوَ قَلْبَهُ ذَاكَ الرَّيْنُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ.
“Jika seseorang melakukan sebuah dosa, dititiklah satu titik hitam pada hatinya. Jika dia bertaubat, berhenti (melakukan dosa), lalu beristighfar, hatinya akan kembali bersih. Jika dia mengulangi dosanya, ditambahkanlah titik hitam sampai menutupi hatinya, dan jika hatinya sudah tertutup, itulah ar-ran ‘penutup hati’ yang Allah ‘Azza wa Jalla sebutkan dalam Al-Qur`an, ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya sesuatu yang selalu mereka usahakan itu menjadi ar-ran terhadap hati-hati mereka.’
[Al-Muthaffifin: 14]
[Hr Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah]
 
Sedang kapan kita mengucapkan istighfar? Setiap saat selagi tidak ditempat tempat terlarang, namun Allah menyediakan waktu khusus istighfar adalah pada waktu ‘ashar’ yakni waktu waktu sahur, atau waktu sehabis kita do’a sholat tahajjud, sekitar seperempat jam waktu sebelum adzan subuh berkumandang, yang demikian itu karena Allah memberi kesempatan diwaktu malam, atau ujung malam dimana waktu waktu seperti itulah manusia menyadari kekerdilan manusia dan saat waktu manusia mampu ingat akan kesalahannya dan segera memohon ampunan kepada Nya. Bagi para da’i yang berkecimpung pada dakwah dengan istighfar adalah mencari kekuatan pada Allah untuk menghadapi musuh musuh dakwahnya adapun kaum muslimin banyak mengucapkan istighfar diwaktu sahur adalah,


(ٱلصَّـٰبِرِینَ وَٱلصَّـٰدِقِینَ وَٱلۡقَـٰنِتِینَ وَٱلۡمُنفِقِینَ وَٱلۡمُسۡتَغۡفِرِینَ بِٱلۡأَسۡحَارِ)
(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.
[Surat Ali Imron 17]

Dan ayat yang semakna adalah
(وَبِٱلۡأَسۡحَارِ هُمۡ یَسۡتَغۡفِرُونَ)
dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
[Surat Adz-Dzariyat 18]

Semarang, 7 November 2020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *